Rabu, 18 Mei 2011

HUBUNGAN RUANG DAN WAKTU DENGAN ABSTRAKSI RITUAL

Kesadaran ruang dan waktu

Kehidupan kita di dunia ini sangatlah banyak permasalahan yang ada, itu dapat terjadi karena manusia kurang memahami tentang adanya ruang dan waktu. Banyak cara ditempuh agar kita bisa memahami ruang dan waktu.Adapun cara yang dapat digunakan untuk memahami akan ruang dan waktu sangatlah banyak cara yang dapat ditempuh, beda bangsa, agama, kebudayaan pasti tentunya juga akan berbeda pula cara yang digunakannya. Menurut budaya adat istiadat orang Jawa manusia yang belum menyadari akan ruang dan waktu yang ada  maka orang tersebut perlu ‘diruwat’, biasanya ritual Ruwatan itu ditandai dengan adanya pertunjukkan wayang kulit semalam suntuk. Karena jika tidak dilakukan ritual tersebut maka akan dimakan oleh Batara atau dengan kata lain akan bernasib sial. Maka kebanyakan bahkan sebagian besar masyarakat Jawa menganggap sangat  pentingnya kesadaran akan  ‘ruang  dan waktu’, dengan kita bisa menyadari apa yang ada dalam hidup kita maka kita sudah bisa memahami ruang dan waktu itu sendiri. Dalam ilmu yang mempelajari tentang  filsafat itu sendiri ruwatan adalah menjelaskan atau menerangkan. Kebanyakan orang Jawa beranggapan hidup bahagia termasuk dalam konteks dapat hidup layak atau umum dengan yang lain.

Abstraksi ( terpilih )
Yang paling sederhana dari abstraksi dari matematika adalah titik. Dan titik itu bisa berada di dalam bahkan di luar pikiran kita. Sedangkan untuk subjek dari titik yaitu hanyalah kesadaranku. Dan untuk mempunyai kesadaran itu sendiri ada dalam ruang dan waktu. Dengan adanya kesadaran kita dapat memaknai arti dari sebuah titik itu sendiri. Misalnya saja makna sebagai potensi yang  meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Di dalam dunia Abstraksi itu sendiri secara ideal sebuah titik dapat menjadi bidang, lingkaran, balok, bangun tak beraturan, dll. Kesadaran itu akan berkembang dalam ruang dan waktu, titik dan garis itu merupakan separo dari dunia dan untuk separo dunia yang lain adalah benda-benda apa saja yang ada di sekitar kita di dunia ini, tentu saja tidak lepas dari dalam pikiran kita dan kenyataan. Titik hanya salah satu yang ada dan yang mungkin ada yang Abstraksi, itu semua untuk melengkapi membangun dunia. Dan dari dalam pikiran dan kenyataan itu ada logos dan mitos. Maka mempelajari filsafat dapat dikatakan usaha manusia untuk menuntut ilmu. Karena sebenar-benarnya filsafat itu tidak lain dan tidak bukan adalah diriku sendiri.

logos dan mitos
Dalam belajar filsafat musuh yang sering dihadapi adalah tidak dapat berfikir kritis atau dalam keadaan mitos. Sedangkan antara mitos dan logos keduanya berkaitan erat saling menterjemahkan satu sama lain. Demikian pula hubungan antara titik dan garis yaitu dapat menentukan tempat kedudukan ( perbedaan ruang dan waktu ). Antara dunia dan dalam pikiran kita ditengah-tengahnya adalah data, dan untuk menterjemahkan itu semua bukan apa melainkan apa yang mencakup yang ada dan yang mungkin ada. Maka mempelajari filsafat sangatlah penting karena dapat dikatakan usaha manusia agar tetap hidup dan lebih hidup, serta menikmati indahnya dunia ini yang telah diciptakan oleh Allah SWT. Maka sangatlah penting kita mengetahui apa makna yang ada dalam ajaran budaya Jawa karena banyak ajaran yang tersembunyi dan tugas manusia adalah untuk memikirkan itu semua.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar