Rabu, 18 Mei 2011

PENERAPAN FILSAFAT DALAM AGAMA, KEHIDUPAN, DAN ILMU

Cara memahami ilmu dengan pendekatan filsafat
Dalam memahami ilmu dengan pendekatan filsafat meliputi, ontologi, epistemologi, dan aksiologi, ketiganya mempunyai hakekat yang sangat erat dengan filsafat. Dalam ontologi untuk memahami hakekat itu bermakna kalimatku tidak mungkin cukup mendeskripsikan semua yang ada dan yang mungkin ada. Sedangkan hakekat epistemologi bahwa kita tidak bisa menggapai semuanya untuk berusaha untuk mengungkap tetapi ontologi dan epistemologi tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Hakekat aksiologi itu sendiri menganggap bahwa baik buruk merentang berdimensi berupa material, formal dan spiritual. Penilaian baik buruk antara orang yang satu dengan yang lain berbeda. Di dalam aksiologi terdapat metode yang menggungkapkan baik buruk dan bagaimana caranya untuk mengungkapkannya. Baik buruk antara aksiologi dengan ontologi terletak pada hakekatnya, untuk hakekat aksiologi dilakukan di masjid, gereja, pura, dll. Sedangkan untuk estetikanya dan etik menggunakan metoda, dalam aksiologi dengan aksiologi baik buruknya, misalnya saja pada resepsi pernikahan untuk menyampaikan kebaikan secara baik. Hakekat dari ijab qobul itu sendiri adalah epistemologi untuk menjalani bahtera rumah tangga supaya lebih baik dari kehidupan selama belum berumah tangga.
Imaginer ( mimpi )
Setiap manusia pasti mempunyai mimpi, alam arti invinete regres yang berarti mimpi, mimpi, mimpi dan mimpi dalam berfilsafat kita selalu mengolah daya pikir. Dalam mimpi ada hakekat epistemologi yang dapat ditingkatkan dalam pengalaman spiritual.
Batas pikiran secara normatif
Sebarapa jauh batas pikiran manusia itu ada dalam hatiku sendiri yang di dalamnya terdapat ( doa, pikiran, tulisan dan tindakan ), makna dari batas pikiran adalah dalam hatiku yaitu bahwa orang itu tidak membatasi pikirannya tanpa adanya landasan dari hati ( agama ).
Mitos
Di dalam mitos terdapat berbagai macam arti, secara luas bahwa filsafat bagi orang dewasa mempunyai arti bahwa semua itu hanyalah mitos belaka, berbeda dengan anak kecil yang mempelajari atau diajari dengan filsafat maka anak tersebut belum tentu bisa mengerti apa yang dimaksudkan dalam filsafat itu sendiri, tetapi itu semua hanyalah ilmu, yang meliputi ada dan yang mungkin ada.
Faktor yang mendorong senang mempelajari filsafat
Seseorang dalam menyukai suatu hal pasti awalnya akan didasari dengan rasa senang, tertarik dan ingin lebih mengetahui untuk lebih mempelajarinya lebih jauh dan lebih dalam lagi. Begitu pula dalam mempelajari filsafat, sejak awal sudah menyukai perdebatan,senang melakukan diskusi, selalu ingin bertanya, bertanya dan bertanya mengapa, mengapa dan mengapa. Pernah merasakan ada sesuatu yang lebih dalam dan luas dengan atau setelah mempelajari filsafat ( berfikir kritis, berdoa kritis ), dunia ini dapat dirangkum menjadi satu yang disebut kritikal, hidup kritikal berarti bahwa menyadari antara ruang dan waktu. Untuk dapat mempelajari filsafat yang baik agar cepat dapat memahami adalah baca, baca dan selalu membaca. Tesis, antitesis dan sintesis apabila dikaitkan tidak lain dan tidak bukan adalah diriku yang meliputi yang ada dan yang mungkin ada.
Matematika bersifat tidak netral
Matematika adalah ilmu yang berkaitan dengan angka, perhitungan, logika, dll. Misalnya saja pemjumlahan 2 + 3 = 5 yang berati netral dalam ruang dan waktu yang ada, sedangkan makna dari 2 ≠ 2 itu dapat dilekatkan dalam suatu waktu. Dalam filsafat matematika itu akan bernilai benar ketika ada di dalam pikiran atau ketika sedang dipikirkan, tetapi ketika sudah di ucapkan dan dituliskan akan salah. Itu semua akan dianggap benar apabila terkait dengan ruang dan waktu.
Tema hantu RSBI
Manusia hidup di dunia ini berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan pula, maka sudah menjadi kewajiban umat muslim untuk beribadah kepadaNya. Di Indonesia terdapat lebih dari satu agama yang ada tetapi dari semua agama tersebut vermakan ayang sama yaitu MENGESAKAN TUHAN, jadi manusia memiliki agama (iman ) yang tinggi, di dalam agama islam misalnya mengikuti torekoh yang berarti memiliki seorang guru spiritual yang dijadikan sebagai tempat untuk lebih mempelajari dan mendalami agama, orang yang sudah mengikuti torekoh akan selalu menjaga semua perbuatan tingkah lakunya, semua harus dilandasi dengan ajaran agama. Bagi orang yang terjaga keimanannya maka akan bersih hantinya.
Bahasa
Bahasa adalah suatu alat komunikasi yang sangat pentinga dalam kehidupan manisia di dunia ini. Begitu pula peran bahasa dalam filsafat sangatlah penting karena selama ini kita berfikir filsafat juga menggunakan bahasa, bahasa itu adalah tidak lain dan tidak bukan adalah rumahku, bahasa tidak lain dan tidak bukan adalah diriku sendiri. A adalah A ( A=A) disebut hukum identitas kontradiksi, bahasa tidak bisa mendefinisikan ‘adalah‘ , matematika tidak lain dan tidak bukan adalah bahasa, sehingga filsafat tidak lain dan tidak bukan adalah bahasa. Dalam mempelajari filsafat juga menggunakan bahasa analog ( bermakana ganda ) yang dapat berarti rancu, sedangkan peran filsafat dalam bahasa jawa adalah sastra gending yang bermakna subjek untuk sastra dan predikat makna dari gending. Seorang ilmuwan yang bernama Imanuel Kant mendefinisikan bahwa subjek predikat dari hukum identitas dan kontradiksi. Matematika secara bahasa identik dengan matematika murni yang dapat dipandang sebagai hukum identitas, karena sebenar-benarnya ilmu menurut Imanuel Kant tidak lain dan tidak bukan adalah kontradiksi. Dalam agama bahasa juga dapat digunakan untuk mendeskripsikan keagungan Tuhan yang dilakukan sesuai dengan agama yang dianut masing-masing orang.
Khayalan
Dalam filsafat berfikir itu pasti diawali dengan kesadaran yang pasti di ikuti dengan tentang ( tentang apa ) sadar bermakna sadar ke dalam atau sadar ke luar. Apabila kita hanya sadar ke luar maka itu hanyalah khayalan yang kita dapatkan karena semua yang dilakukan dalam dunia ini tidak dapat terlepas dari hati karena hati adalah alat yang sangat penting sebagai pengontrol hidup manusia, banyak orang beranggapan bahwa hati adalah bisikan suara dari Tuhan, maka walaupun kita berkhayal jangan sampai lupa dan kebablasan nanti akan berakibat fatal dapat merusak pikiran (gila) apabila tidak dilandasi dengan iman.

Kebahagiaan yang mungkin ada
Kebahagiaan dapat di dapatkan dalam doa, pikiran, tulisan, tindakan. Dalam doa kita dapat mendapatkan kebahagiaan ketika kita berdoa yang dapat melegakan hati kita, tulisanku ketika membaca elegi bisa mendapatkan kebahagiaan, melakukan tindakan ketika kita solat hati kita menjadi tenang, damai, dan mendapatkan kebahagiaan pula. Dalam mensintesiskan pikiran dengan hati dengan cara lebih menarapka sifat ikhlas, ihtiar maka pikiran kita akan jernih ketika hati kita damai dan tenang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar